Tugas Menulis Tema Bahan Pokok Menjelang Nataru


DEDE WIDI KIRANA

NIM 210501010041

KM 303

CYBER JOURNALISM

KOMUNIKASI PJJ


HARGA BERAS SEBAGAI BAHAN POKOK MENJELANG NATARU NAIK 8%


Beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia juga mengalami kenaikan imbas dari natal 2022 dan tahun baru 2023. Diketahui kenaikan beras ini mencapai 8% dari harga sebelumnya. Begitu menurut agen beras di Pidie, Aceh.


Kenaikan harga ini terjadi di Agen beras dengan harga grosir saja, untuk ecer bisa dibilang tak ada kenaikan yang berarti, sehingga masyarakat di Pidie, Aceh masih melanjutkan kehidupan dan kegiatan ekonomi dengan baik.


Menurut Haikal pedang nasi lemak yang biasanya berbelanja 100 kg Beras untuk stok 1 minggu, kenaikan yang dia rasakan tak berarti sehingga tidak perlu menaikkan harga jualan nasi lemaknya kepada para konsumennya.


Di lain kesempatan, Bapak Haidar pemilik Agen Beras As Syifa mengatakan permintaan beras bisa dibilang stabil dan tidak ada lonjakan permintaan pada Nataru kali ini. “Biasa saja pembeli tidak melonjak seperti saat mau lebaran”, ujarnya saat ditemui di kiosnya.


Beras di Area pantauan memang cenderung adalah beras lokal asal Aceh dan sekitarnya yang memang biasa sudah umum digunakan masyarakat. Hal berbeda mungkin terjadi berbeda bila dilpantau dengan beras asal luar aceh dan sekitarnya seperti beras dari Sumatera Barat atau bahkan dari Pulau Jawa.


Kenaikan yang mencapai 8% ini cukup dirasakan juga oleh warga yang merasa kenaikan cukup berimbas pada perekonomian dikarenakan kebutuhan lain juga melonjak, sehingga beras sebagai bahan pangan pokok diharapkan tidak ikut naik, diwawancara di kedai sembako Nurul seorang Ibu Rumah Tangga mengaku cukup harus putar otak untuk bisa mencukupi kebutuhan pokok saat Nataru ini karena bahan lain drastis naik. “Kalau beras saja yang naik wajar, semua naik ya harus putar otak agar cukup”.


Beras dengan kenaikan 8% ini terjadi di skala harga Grosir, harga ecer kenaikannya diatas 8% variatif berdasar jenis beras, Pak Soleh yang dimintai keterang ketika membeli beras ketan untuk keperluannya membuat kue dagangannya ini mengakui bahwa kenaikan beras berbeda beda “beras ketan naik sedikit, tapi beras wangi pandan naiknya banyak” ujarnya.


Solusi dari pemerintah tentu saja sangat diharapkan oleh masyarakat dimana kendali harga pangan termasuk harga bahan pokok menjelang nataru dapat dikendalikan pemerintah dengan berbagai strategi untuk memudahkan rakyat agar daya beli tetap baik, ekonomi berjalan semakin baik dan maksimal. Pemerintah dalam hal ini adalah komponen Departemen Perdagangandan divisi terkait sampai tingkat paling bawah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang mengkonsumsi beras. Pemerintah adalah tonggak awal dan akhir untuk kesejahteraan masyarakat umum untuk hal harga bahan pangan ini khususnya beras sebagai bahan pokok.





Comments